Wednesday, 15 April 2020

Mini Review "The Power of Airmata"

Judul : The Power of Airmata
Penulis: Muhammad Syukron Maksum
Penerbit : Mutiara Media
Cetakan : 1
Tahun : 2009
Jumlah halaman: 127 halaman

Salah satu keindahan yang diciptakan Allah untuk makhluk-Nya adalah airmata. Air mata merupakan ekspresi lahir dan batin seseorang dan mereaksikan kondisi tubuh seseorang. Sungguh anugerah yang luar biasa dari segi medis dan rohani. Air mata bukan simbol kecengengan dan kelemahan. Air mata menyimpan kekuatan spiritual yang luar biasa bahkan air mata yang keluar karena kesedihan juga bisa menetralisir kondisi kejiwaan seseorang.

Buku ini berisi 6 bab, yang mengupas tentang fadilah, kekuatan, rahasia, dan keajaiban air mata, serta membahas air mata Rasulullah dan air mata seorang ibu.
Diawali dengan bab pertama yang membahas fadilah air mata kita jadi menyadari bahwa menangis adalah sebuah kenikmatan yang tidak semua orang bisa melakukannya.

Selanjutnya disebutkan ada 10 jenis air mata, yang semuanya melambangkan keadaan batin seseorang. Dan semua jenis air mata itu memiliki kekuatan, rahasia dan keajaiban.Saya pribadi sangat terkesan dengan dua bab terakhir yang membahas air mata Rasulullah dan air mata seorang ibu.

Secara keseluruhan buku ini menurut saya layak untuk dibaca semua orang.



Thursday, 5 March 2020

I Love My Job

Menemani ananda di rawat di Rumah Sakit, tak terasa 1 buku selesai dibaca. Berikut Resensi nya, semoga bermanfaat.

Judul : I Love My Job
Penulis : Winarti
Penerbit : Quanta
Cetakan: 1
Tahun: 2016
Jml halaman: 150+x

"Nikmatilah pekerjaan dengan ikhlas, tidak banyak mengeluh, dan merasa senang bermanfaat bagi orang lain"

Afirmasi diri hari ini:
"Aku akan berusaha untuk bersyukur dan ikhlas dengan pekerjaan yang sudah kujalani." (hal.13)

Pekerjaan seperti apakah yang sebenarnya kita inginkan? Benarkah pekerjaan kita yang salah, ataukah mungkin kitalah yang salah? Buku ini mengajak kita untuk lebih mencintai pekerjaan yang telah kita jalani melalui 25 kisah Islami di dalamnya.

Yang menarik dari buku ini, setiap kisah diselipkan keterangan ayat Alquran dan contoh do'a yang dianjurkan dibaca dalam melaksanakan pekerjaan. Selain itu, setiap akhir kisah ditulis kesimpulan dan afirmasi diri. Hanya pada kisah berjudul "Tukang Pompa Ban" yang tidak disertakan kesimpulan dan afirmasinya. Entah terlewatkan atau disengaja.

Melalui 25 kisah tersebut, penulis mengajak pembaca untuk mencoba memahami tentang arti rasa syukur, membenahi diri untuk bisa berfikir dan bertindak positif, senantiasa berupaya untuk selalu pantang menyerah dan bertanggung jawab, melakukan pekerjaan dengan sepenuh hati, memberikan pelayanan terbaik, dan berusaha untuk meningkatkan diri dengan kreativitas dan inovasi.

Pembahasan kisah menggunakan bahasa yang ringan, dan mudah difahami. Sehingga apa yang ingin penulis sampaikan bisa saya terima dan fahami.

Buku ini bisa jadi obat bagi para pekerja yang sering merasa jenuh, bosan, tertekan dengan pekerjaan yang dijalani.

Diakhir buku penulis memuat satu afirmasi diri setiap hari: Ini adalah pekerjaan yang Allah karuniakan padaku. Karena itu aku bersyukur dan akan memberikan yang terbaik. I Love My Job. Absolutely Love.

Tuesday, 25 February 2020

Turning Seventeen

Judul: Turning Seventeen
Penulis: Artie Ahmad
Tahun terbit: 2015
Cetakan ke: 1
Penerbit: Elex Media Komputindo

"Namaku Keana. Aku baru saja berusia 17 tahun. Dan ini catatan panjang tentang kehidupan remajaku yang mungkin perlu kalian tahu. Aku memiliki empat sahabat. Kami begitu dekat, begitu saling mengenal, namun ternyata memiliki rahasia yang tidak kami ketahui satu sama lain. Rahasia yang membuat aku sadar, usia 17 itu tak hanya berhiaskan tawa dan canda." (halaman 1)

Novel remaja berjilid warna kuning ini menceritakan tentang 5 anak remaja yang bersahabat baik. Mereka adalah Keana, Prila, Zizi, Dirza dan Sekar. Keseharian mereka sama seperti kebanyakan remaja, mulai dari belajar, bimbel, jajan, nongkrong sampai curhat-curhatan.

Meski bersahabat dekat, mereka memiliki hobby, cita-cita dan karakter yang berbeda. Perbedaan itulah yang menyatukan mereka.

Keana yang bercita-cita menjadi Arsitektur, Prila yang menyukai gunung dan bercita-cita mendaki gunung Merbabu, Zizi yang fashionable hobby hangout, Dirza yang hobby baca novel dan bercita-cita jadi Penulis, dan Sekar yang pintar, cantik, anggun, cenderung pendiam.

Selain lima sahabat yang diceritakan, ada juga Prana, saudara kembar Prila. Bima, kakaknya Keana. Dan Dimitri, teman Bima. Tiga tokoh ini menambah keseruan isi novel. Mulai dari cinta segi tiga, cinta back street, sampai cinta ditolak.

Dari tiga tokoh inilah, muncul rahasia yang terbuka diakhir cerita. Sampai akhirnya Sekar harus menikah di usia dini, dan Prila meninggal dunia. Adakah hubungan antara keduanya? Semua diceritakan dengan apik dan alur yang mengalir.

Membaca novel ini saya merasakan kembali aura remaja dimasa dulu. Dari kisah yang diceritakan, kita bisa mengambil beberapa pelajaran bagaimana bergaul yang baik, dan apa saja yang harus dihindari dalam.pergaulan sesama remaja, terutama hubungan  lawan jenis.

Meski demikian saya hanya merekomendasikan buku ini untuk usia 17 tahun ke atas. Untuk dibawah usia itu saya khawatir belum bisa mengambil hikmah dari isi novel tersebut.

Resensi "MAHARESA"

Hai Readers apa kabar? Kembali lagi dengan saya yang mau berbagi resensi buku yang dibaca bulan Juni ini.  Ada dua novel yang udah selesai a...