Friday, 20 September 2019

Siapa Aku ???

Dalam keheningan, dalam kesunyian, dalam kesendirian. Kudekap Alquran didada dan kucoba renungi hidup yang telah bertahun-tahun kulalui. Aku bukanlah seorang hartawan, aku bukan pula seorang ilmuan, aku bukan siapa-siapa di dunia ini. Aku hanyalah sesosok manusia yang Allah berikan kesempatan tinggal di dunia ini, aku hanya sesosok makhluk ciptaan Allah yang dibekali akal, bahkan aku hanyalah setitik debu di tengah lautan kehidupan. Aku memang bukan siapa-siapa.

Tiada satupun yang mengenal diriku, bahkan diriku sendiri. Tiada yang tahu apa yang kuinginkan, bahkan dirikupun tak tahu. Tiada yang tahu apa yang kubutuhkan, bahkan aku sendiri tak tahu. Yang ku tahu hanya Engkaulah Ya Allah, Yang Maha Tahu.

Dalam keheningan, dalam kesunyian, dalam kesendirian. Kudekap Alquran didada dan ku terus bertanya: Siapa aku? Oh... Ya Rabbi, berikanlah jawabannya, karena aku hanya makhluq-Mu yang tak tahu. Dan hanya Kau-lah Yang Maha Tahu.

Yaa ayyuhannas, Wahai manusia.
Yaa ayyuhalladziina aamanu, Wahai orang-orang beriman.

Dalam keheningan, dalam kesunyian, dalam kesendirian. Kubuka Alquran, dan kutemukan kalimat-kalimat itu. Apakah ini seruan-Mu untuk ku? Benarkah aku ini manusia? Apakah aku ini orang beriman?

Jika ya aku manusia, maka kemana rasa kemanusiaanku, tika melihat anak-anak kecil tidur beralaskan bumi dan beratapkan langit? Mana kemanusiaanku ketika melampiaskan kemarahanku dengan mendzalimi orang? Mana kemanusiaanku ketika kusering menganiaya orang karena keserakahan?
Oh... Ya Rabbi... sudah hilangkah rasa kemanusiaanku? Lalu apakah aku pantas disebut manusia?

Jika aku bukan manusia, apa boleh aku disebut orang beriman?
Jika aku ini orang beriman, kemanakah keimananku saat ku asyik dengan segala dosa dan kemaksiatan? Dimanakah keimananku, saat sibuk dengan urusan dunia sedang akhirat ku lupakan? Dimanakah keimananku, saat ku lupakan Allah Yang Maha Mengawasi?

Ya Allah, ampuni aku... aku bukanlah manusia terbaik-Mu dan aku bukanlah orang beriman yang dekat dengan-Mu, tapi kumohon Ya Robb, Izinkan aku mengetuk pintu-Mu dan memohon pada-Mu, berilah kembali rasa kemanusiaan dan keimanan yang sempat hilang dalam diriku, atau telah sengaja kuhilangkan.

Rabbi... aku bertobat pada-Mu, kumohon berilah ku kesempatan untuk berusaha menjadi manusia dengan keimanan yang teguh, sehingga nama-Mu senantiasa ada dalam hati, ucapan, dan perilaku ku.

Ilaahi... berilah aku ketegaran mengisi sisa-sisa usiaku dengan senantiasa mengingat-Mu dan bersabar dalam menjalankan segala perintah-Mu, bersabar dalam menjauhi larangan-Mu, serta bersabar dengan segala ketentuan-Mu atas diriku. Hingga kelak aku dapat berjumpa dengan-Mu, Dzat yang selalu kurindu.

Note: (Ayat Qudsi)
Allah berfirman: "Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri pada-Ku dengan suatu amal lebih Ku-sukai daripada jika ia mengerjakan amal yang Kuwajibkan padanya. Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri pada-Ku dengan makan-amalan sunah sehingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, maka Aku jadi pendengaran yang dengannya ia mendengar, menjadi penglihatan yang dengannya ia melihat, menjadi tangan yang dengannya ia bertindak, menjadi kaki yang dengannya ia berjalan. Jika ia meminta pada-Ku pasti Ku-beri dan jika ia minta perlindungan pada-Ku pasti Kulindungi." (HR. Bukhari)

Thursday, 19 September 2019

Syahadat bagi Muslim



Dua Kesaksianku

Asyhadu alla illaaha illallah, wa asyhaduanna muhammadarrasuulullah, dua kalimah syahadat ini mungkin sudah tak asing lagi kita dengar. Setiap muslim bisa dipastikan mengetahui arti secara bahasa (epistemologi) dari dua kalimah syahadat ini, “Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu utusan Allah,” tapi apakah kita bisa menjamin bahwa setiap muslim mengetahui makna dari dua kalimah syahadat ini? Atau bisa jadi kita termasuk orang yang belum memahami makna dari dua kalimah syahadat ini. Makanya gelar STMJ (Shalat Jalan Maksiat Jalan) masih melekat dalam diri.
            Kali ini mari kita bahas tentang makna syahadatain, yang tidak lain jika dibahasa indonesiakan berarti dua kalimah syahadat. Untuk memahami makna syahadatain ini, ada beberapa poin yang akan kita bahas di sini, yaitu:

v  Apa sih pentingnya syahadatain?
v  Sebenarnya, apa kandungan dari kalimat syahadatain itu?
v  Bagaimana cara berinteraksi dengan syahadat
v  Apa syarat syahadat bisa diterima
v  Bagaimana cara merealisasikan kalimat syahadatain

Pentingnya Dua Kalimah Syahadat


1. Gerbang menjadi seorang muslim
     Syahadat merupakan pintu masuk islam, seseorang yang akan masuk islam diwajibkan untuk mengikrarkan syahadatain, ini berlaku bagi umat non-islam (NONI). Bagaimana dengan orang-orang yang lahir dalam keluarga muslim, perlukah ia berikrar dihadapan ulama, seperti yang dilakukan orang NONI yang hendak masuk islam?
     Rasulullah SAW bersabda: ”Maa min mauluudin yuuladu ‘alal fitroh, fa abawaahu yuhawidaanihi au yunashiroonihi au yumajjisaanihi” “Tidaklah seorang anak manusia dilahirkan kecuali lahir dalam keadaan fitrah, lalau orangtuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani atau Majusi” (HR. Bukhori).     
      Fitrah disini adalah ketauhidan, artinya seorang manusia pasti lahir dalam keadaan bertauhid, maka orang tuanya dan lingkunganlah yang membuat aqidah ketauhidannya berubah.
Jadi selama dia menjaga ketauhidannya sampai ia dewasa, bahkan sampai dia tiada, maka dia dikategorikan sebagai seorang yang bertauhid, it means dia seorang muslim.
     Diceritakan dalam Alquran bahwa dahulu sebelum ruh dimasukkan kedalam jasad manusia, ruh-ruh manusia tersebut dikumpulkan di alam ruh. Disana mereka ditanya oleh Allah SWT: “Bukankan Aku ini Tuhan-mu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkaulah Tuhan kami), kami menjadi saksi” (coba lihat Alquran 7:172)
     Dengan keterangan tersebut jelaslah bahwa pada hakikatnya setiap manusia dilahirkan dalam keadaan bertauhid, karena itu dalam islam seorang anak yang lahir dalam keluarga muslim, maka anak tersebut pun sudah menyandang sebagai muslim, tidak ada upacara “penyucian diri” atau setelah dewasa ia harus berikrar dihadapan ulama “bahwa saya seorang muslim” (mengucap syahadatain sebagai tanda masuk islam, tidak perlu dilakukan seorang yang dilahirkan dalam keluarga dan didikan islam).
Inilah yang dimaksud syahadat merupakan gerbang menjadi seorang muslim. Setiap manusia pada dasarnya dilahirkan dalam keadaan muslim karena sudah memasuki “gerbang menjadi seorang muslim” dengan melaksanakan ikrar (bersyahadat) di alam ruh. Terkecuali jika fitrah ketauhidannya tercemari dengan aqidah lain, hingga ia melupakan bahwa satu-satunya Tuhan yang layak disembah adalah Allah SWT (baca: dilahirkan dalam keadaan beragama selain Islam atau keluar dari agama islam/berpindah agama)
Fitrah ketauhidan dalam diri kita saat kita dilahirkan menjadi perenungan buat kita untuk senantiasa menjaganya dengan menjadi muslim yang sebenarnya, yang berani mengatakan AKU MUSLIM SEJATI, bukan MUSLIM BERLABEL STMJ.

2. Inti dari Ajaran Islam
     Islam adalah agama tauhid, agama yang mengajarkan penyembahan atas satu Tuhan seutuhnya. (bukan gabungan dari beberapa unsur atau pecahan dari unsur lain). Dengan kata lain tauhid menjadi inti dari ajaran Islam, dan makna tauhid/ peng-Esa-an terhadap satu Tuhan itu sendiri terdapat dalam kalimat syahadatain.
Oleh karena itu, memahami kandungan syahadatain menjadi suatu keniscayaan bagi setiap muslim.

3. Hakikat Da’wah Para Rasul
Semua Rasul, dari mulai Adam a.s. sampai Rasulullah SAW pada hakikatnya menyebarkan (menda’wahkan) kalimat Asyhadu alla illaaha illallah, yaitu keyakinan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dengan senantiasa menyembah-Nya dan diikuti dengan mengimani Rasul-Nya, menjadikannya sebagai tauladan dalam beribadah dan bermuamalah (hidup bermasyarakat)

4. Keutamaan yang besar
Man qoola Laai Ilaaha Illallah, dakholal jannah (Al-Hadits).
Barang siapa yang mengucapkan kalimat syahadat “Tidak ada Tuhan selain Allah”, maka ia akan masuk syurga.
Dengan demikian barang siapa yang ingin masuk syurga, bersyahadatlah, yakini dan fahami kandungannya. Dan tunjukan keyakinan itu dalam lisan dan perbuatan kita dengan senantiasa melaksanakan semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya (menjadi Muslim yang Kaafah)
Inilah yang menjadikan syahadatain menjadi hal yang sangat penting untuk diikrarkan, diyakini, dan difahami maknanya, karena syahadatain merupakan gerbang menjadi muslim, inti ajaran islam dan hakikat  da’wah para Rasul yang bisa menghantarkan kita bisa memasuki surga-Nya.
       Wallahu ‘alam.          

Wednesday, 18 September 2019

Baju Barbie dari Kain Perca


Baju Barbie Murah Meriah (membuat baju berbie dari kain perca)

                Sungguh senang melihat anak-anak tumbuh dengan sehat dan ceria. Kebetulan anak-anak ku semuanya perempuan dan sekarang ini lagi senang-senangnya main barbie.

                Suatu hari pakaian yang dipakai barbie rusak, so’ kami (aku dan anak2) jalan-jalan ke “pasar kaget” dan ternyata disana tidak di jual pakaian barbie, ada juga boneka barbie dan satu pakaian plus sepatunya yang sudah satu paket dalam satu kemasan. Kupikir-pikir sayang kalau harus membelinya. Toh boneka barbie nya sudah punya.

                Karena ingin membahagiakan ketiga bidadariku, esok harinya, sepulang kerja aku mampir ke toko mainan, dan disana pun hanya menjual barbie satu paket. Tapi kali ini tak sia-sia pencarianku karena mataku melirik kemasan  khusus sepatu berbie yang isinya 10 pasang, harganya cukup murah.

                Penasaran dengan baju barbie, akhirnya aku cari di internet, dan wow ternyata harga satu baju barbie tidak murah. Akhirnya ku urungkan niatku tuk membeli baju barbie, dan memilih membuat sendiri. Kebetulan banyak kain perca di rumah dan inilah hasilnya setelah di buat:








               
Lumayan kan?!
                Tak butuh uang banyak, cukup bermodal kain perca, benang, dan tentunya ide model apa yang akan dibuat, foto-foto tadi hanya gambaran saja. Aku yakin, anda yang membaca catatan ini punya lebih banyak ide yang brilian untuk membuat baju barbie.
Dijamin anak-anak juga akan lebih senang jika ibunya sendiri yang membuat baju berbienya. Mereka akan melihat bagaimana proses pembuatannya, bukan hanya tahu jadi.
Ok, sekian dulu catatanku hari ini. Smoga bermanfaat!....

Resensi "MAHARESA"

Hai Readers apa kabar? Kembali lagi dengan saya yang mau berbagi resensi buku yang dibaca bulan Juni ini.  Ada dua novel yang udah selesai a...